Lactacyd Baby, Satu Solusi Ampuh Untuk Semua Masalah Kulit Bayi

Lactacyd Baby, Satu Solusi Ampuh Untuk Semua Masalah Kulit Bayi

Melahirkan seorang bayi tentu merupakan sebuah kebahagiaan tak terhingga, penantian panjang selama sembilan bulan pun berakhir dan kehidupan baru sebagai seorang ibu siap dimulai. Ibu, sudah siapkah Anda merawat dan memberikan yang terbaik untuk buah hati Anda?

Merawat seorang bayi yang baru lahir bukanlah tugas mudah apalagi untuk seorang ibu baru. Banyak sekali hal – hal baru yang “aneh” mungkin akan Anda temui. Setidaknya inilah yang saya alami sebagai seorang ibu baru yang tidak tahu apa – apa tentang cara merawat bayi, terutama merawat kulit bayi baru lahir yang sangat lembut dan sensitif.

Sekitar satu setengah tahun yang lalu, saya melahirkan putra pertama saya, Al Khalifi Abimana. Putra saya, Al, lahir dengan alergi protein susu dan kulit yang sensitif. Saat Al baru berusia satu minggu, ada beberapa perubahan pada kulitnya yang agak mengkhawatirkan. Masalah kulit yang pertama muncul adalah biang keringat pada leher belakang nya. Belum selesai dengan biang keringat, milia muncul di dahi, pipi dan hidungnya. Kemudian muncul lagi cradle cap pada kulit kepalanya. Ketika anak kedua saya, Hanna Althafunnisa, lahir masalah kulit tadi juga muncul bahkan ditambah dengan ruam popok.

Nah loh, banyak sekali ya “masalah” pada bayi baru lahir. Bagaimana dong cara menanganinya? Mari kita bahas satu per satu ya, bu.

Milia

Mungkin masih agak jarang terdengar ya bu, masalah kulit yang satu ini. Milia adalah bentol – bentol kecil berwarna merah dengan benjolan putih diatasnya. Karena bentuknya mirip jerawat, banyak orang yang menafsirkan milia sebagai jerawat bayi namun milia dan jerawat bayi berbeda ya, bu.

Al yang memiliki kulit super sensitif akan langsung terkena milia apabila terpapar sinar matahari langsung dalam waktu cukup lama. Berbeda lagi dengan Hanna yang sejak lahir sudah terkena milia, hal ini dikarenakan adanya protein yang terperangkap di lapisan kulit dermisnya. Milia pada bayi umumnya tidak berbahaya dan normal terjadi yang akan terjadi selama beberapa minggu jika dibiarkan saja.

Biang Keringat

Terlihat biasa, namun biang keringat sebetulnya menimbulkan rasa gatal bahkan bisa juga terasa panas. Biang keringat disebabkan oleh keringat yang terjebak di balik kulit dan tidak bisa menguap. Biasanya terjadi jika kita mengeluarkan keringat dalam jumlah cukup banyak, berada ditempat panas, dan juga dapat muncul jika kelenjar keringat belum berkembang. Maka dari itu, bayi yang baru lahir sangat rawan terkena biang keringat. Kedua anak saya mengalami biang keringat yang cukup parah saat itu.

Jika bayi Anda terkena biang keringat, pastikan mereka tidak menggaruk biang keringat tersebut karena dapat menyebabkan infeksi ya, bu.

Cradle Cap

Dermatitis seborhoik atau cradle cap adalah bentuk peradangan kulit umumnya berupa sisik berwarna kuning kecoklatan dan tidak berbahaya namun mengganggu pemandangan ya, bu. Cradle cap yang juga sering disebut kulit kepala berkerak pada bayi ini biasanya terjadi pada bayi baru lahir sampai usia tiga bulan dan tidak melulu terjadi pada semua bayi. Anak pertama saya mengalami cradle cap namun anak kedua saya tidak.

Diaper Rash

Ruam popok, peradangan pada kulit bayi yang terjadi pada area yang tertutup popok. Hanna, anak kedua saya, sering sekali mengalami ruam popok. Walau menggunakan popok dengan harga yang cukup mahal, mengganti popok 3 – 4 jam sekali, ruam ini tetap tidak dapat dihindari. Padahal saat terkena ruam popok Hanna baru berusia kurang dari satu minggu. Ruam popok umumnya terjadi pada bayi usia 4 bulan keatas.

Setelah penjelasan singkat diatas, pertanyaan berikutnya yang muncul dalam benak ibu adalah, bagaimana cara menangani semua masalah kulit diatas bukan?

Sebagai seorang ibu, kita diharuskan untuk berhati – hati dalam menggunakan produk kimiawi pada bayi kita. Contoh paling kecil adalah penggunaan sabun bayi. Jangan tergoda oleh harga murah atau bau yang menarik dan harum ya, bu. Karena sabun yang baik untuk bayi kita adalah sabun dengan kandungan alami dari ekstrak susu dengan pH yang sesuai dengan kebutuhan kulit bayi. Saya pribadi sangat merekomendasikan Lactacyd Baby.

Saya sudah menggunakan Lactacyd Baby tepatnya selama sembilan belas bulan. Dari Al baru lahir hingga detik ini saya masih dan akan terus mempercayai lactacyd baby untuk anak saya. Kenapa? Karena Lactacyd baby adalah brand internasional yang sudah terpercaya untuk menjaga kulit bayi dari iritasi ringan. Selain itu lactacyd baby juga sudah teruji secara dermatologi dan dapat digunakan setiap hari.

Al dan Hanna adalah buktinya. Kedua anak saya menggunakan sabun lactacyd baby setiap hari, dan hasil nyata setelah menggunakan lactacyd baby adalah kulit mereka selalu terjaga kelembutan dan kesehatannya. Saya sangat bersyukur masalah – masalah kulit bayi yang dulu hilang dalam waktu singkat (dalam waktu 7 hari, semua masalah kulit pada anak-anak saya terselesaikan) dan sekarang sudah tidak pernah muncul lagi.

Kandungan dalam lactacyd baby sangat alami, diantaranya adalah Lactoserum, lactid acid, natural orange flavour, ammonium dan triethanolaminealkyl sulfat, kolesterol, etilhidroksietilselulosa, etilenglikolstearat, dietilenglikol stearat, hidrogen peanut oil, sodium metilhidroksibenzoat, sodium hidroksida, phosporic acid, RO water. Bisa dilihat bukan, lactacyd baby tidak mengandung detergen sehingga tidak menimbulkan busa dan sangat aman untuk kulit bayi.

Lalu bagaimana cara pemakaiannya? Sangat mudah loh, untuk bayi, cukup larutkan 2 – 3 sendok teh (5ml) lactacyd baby kedalam bak mandi bayi Anda. Gosok lembut pada kulit bayi, lalu bilas dengan air bersih. Sedangkan untuk anak – anak, ibu bisa aplikasikan lactacyd baby seperti menggunakan sabun cair biasa.

Untuk menghilangkan cradle cap dan juga merawat kulit kepala gunakan lactacyd baby seperti memakai shampoo ya, bu. Jangan lupa kocok dahulu sebelum digunakan.

Lactacyd baby sudah direkomendasikan oleh banyak tenaga kesehatan seperti dokter dan bidan. Karena terbukti sebagai produk juara untuk kulit bayi. Bahkan, dibanyak toko bayi lactacyd baby juga selalu disarankan sebagai sabun yang ampuh mengatasi masalah kulit bayi. Stop gunakan sembarang sabun untuk anak Anda, ganti sabun si kecil dengan Lactacyd baby sekarang juga.

7 Bahaya Mengkonsumsi Protein Berlebihan

7 Bahaya Mengkonsumsi Protein Berlebihan

Bahaya Mengkonsumsi Protein Berlebihan – Protein merupakan salah satu nutrisi terpenting bagi tubuh yang berguna untuk menjadi sumber energi. Protein bekerja sebagai neurotransmiter yang akan menjadi pembawa oksigen dalam darah (hemoglobin).

Tubuh membutuhkan protein setiap harinya sekitar 45 sampai 55 gram. Untuk bisa memenuhi kebutuhan akan protein kita mengkonsumsi makanan seperti daging, ikan, telur, serangga (yang bisa dimakan), susu, biji dan kacang-kacangan, kedelai, ekstrak jamur serta masih banyak lagi sumber protein yang bisa kita dapatkan dengan mudah.

Protein memang dibutuhkan oleh tubuh, namun tetap tidak direkomendasikan jika dikonsumsi secara berlebihan dan dilakukan dalam jangka panjang. Mengkonsumsi protein secara berlebih akan menimbulkan berbagai efek samping negatif yang akan merugikan tubuh, efek negatif itu adalah :

Bahaya Mengkonsumsi Protein Berlebihan

1. Kelebihan Berat Badan

Salah satu tanda efek negatif dari mengkonsumsi protein secara berlebihan yang paling mudah dilihat dan dikenali adalah berat badan yang meningkat drastis. Mendapatkan asupan protein yang besar dapat berdampak baik baik untuk tubuh namun juga bisa sebaliknya. Namun jika meningkatkan asupan protein untuk membentuk otot, hal tersebut adalah keputusan tepat.

2. Ginjal Bermasalah

Asupan protein yang berlebihan juga dapat merusak fungsi ginjal. Ginjal berfungsi menyaring seluruh racun yang dihasilkan dari makanan yang masuk kedalam tubuh.Tapi ketika Anda mengonsumsi makanan dalam satu jenis apalagi dalam jumlah besar, itu artinya Anda secara tidak sadar memerintahkan ginjal untuk bekerja lebih keras lagi untuk menyaring berbagai racun yang ada pada makanan yang kita konsumsi. Oleh karena itu kita sangat disarankan untuk mengonsumsi beragam jenis makanan setiap harinya.

3. Dehidrasi

Efek negatif mengkonsumsi protein berlebihan adalah terjadinya dehidrasi. Zat – zat yang di hasilkan dari penyaringan yang dilakukan oleh ginjal berupa nitrogen urea. Nah untuk membersihkan zat tersebut tubuh Anda butuh cairan yang banyak ula, sehingga terjadi dehidrasi yang serius. Hal ini sangat tidak bagus untuk kesehatan tubuh.

4. Terkikisnya Kalsium dalam tulang

Setiap kali mengkonsumsi protein, tubuh akan menghasilkan Asam yang akan sulit dicerna tanpa adanya kalsium. Banyak penelitian yang menerangkan bahwa orang-orang yang mengkonsumsi lebih banyak protein setiap harinya daripada yang dibutuhkan memiliki tulang yang lebih lemah.

5. Penyakit Jantung

Protein juga dapat digunakan untuk proses diet, karena mereka menggap dengan protein mereka bisa bebas mendapatkan asupan protein hewani. Namun, perlu diketahui bahwa protein yang berasal dari daging merah tinggi mengandung lemak jenuh yang merupakan musuh bagi kesehatan jantung juga pembuluh darah.

6. Ketosis Berkurang

Menerima asupan protein dalam jumlah besar secara terus menerus juga dapat mengakibatkan ketosis berkurang. Apa itu ketosis? Ketosis adalah kondisi liver manusia yang memproduksi keton yang berfungsi sebagai bahan bakar atau energi yang akan digunakan seluruh tubuh terutama oleh otak. Kondisi Ketosis terjadi saat tubuh tidak mendapatkan asupan karbohidrat (glukosa) yang cukup sebagai sumber makanan untuk diproses menjadi energi.

Ketika melakukan diet,  biasanya orang akan mengurangi makanan yang merupakan sumber karbohidrat lalu menggantinya dengan makanan yang merupakan sumber protein. Tapi perlu Anda ketahui, hal ini justru sangat merugikan. Sebenarnya lebih sehat jika kita mengasup karbohidrat kompleks dan lemak sehat.

7. Penyakit Asam Urat

EFek negatif mengkonsumsi protein terutama protein hewani dapat meningkatkan risiko terkena penyakit asam urat. Hal ini terjadi karena protein yang berbasis hewan memiliki kadar purin yang tinggi, sehingga menyebabkan kadar asam purin dalam tubuh menjadi tinggi pula. Hal ini sangat berbahaya jika dibiarkan berlarut-larut .

Nah itulah 7 bahaya mengkonsumsi protein secara berlebihan. Protein memang bagus untuk tubuh, namun kita harus bijak dalam mengkonsumsinya, sehingga kita bisa merasakan betul manfaat yang di hasilkan dari protein.

6 Tips Puasa untuk Ibu Hamil Dengan Aman

6 Tips Puasa untuk Ibu Hamil Dengan Aman

Tips Puasa untuk Ibu Hamil – Puasa merupakan sebuah kewajiban yang harus dijalankan bagi setiap umat muslim. Meskipun demikian ada kalangan tertentu yang tidak diwajibkan berpuasa, salah satunya adalah ibu hamil.

Ibu hamil tidak diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa, tapi jika ibu hamil ingin menjalankan puasa boleh-boleh saja. Tapi harus benar-benar memperhatikan asupan nutrisi, supaya kondisi kesehatan ibu dan janinnya tetap sehat. Kali ini saya ingin sedikit berbagi mengenai tips puasa untuk ibu hamil dengan aman.

Tips Puasa Dengan Aman Untuk Ibu Hamil

1. Sahurlah dengan menu makanan yang berkuah, contohnyanya sayur sop, soto dan makanan sejenisnya yang terpenting berkuah.

2. Makanlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, contohnya adalah oatmeal dan nasi merah.

3. Hindari makan makanan berlemak dan minuman manis ketika sahur.

4. Menjelang imsak cobalah makan makanan ringan seperti biskuit ataupun buah-buahan segar.

5. Berbukalah menggunakan makanan manis ( makanan yang memiliki rasa manis murni bukan pemanis buatan). Contoh makanan manis yang murni adalah buah kurma atau uah-buahan segar.

6. Penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan baik, 10 sampai dengan 12 gelas perhari.

Nah itulah 6 tips puasa untuk ibu hamil dengan aman, cobalah tips diatas, muah-mudahan ibadah puasa bagi para ibu hamil tetap aman dan lancar. Terutama untuk calon bayinya.